selalu ingin belajar dari masa lalu, sekarang dan untuk nanti


masih sakit

dokter bilang aku terkena infeksi pada lambung, ini termasuk gejala dini dari sakit tipus. Penyebabnya adalah salah makan/pola makan yang salah dan keletihan. gejalanya sakit kepala secara menyeluruh disertai panas tinggi dan mual muntah.

meskipun masih belum sehat, hari ini aku tetap datang ke kantor. tidak menyenangkan tidur dan sendirian di rumah. pusing-pusing masih kurasakan dan kondisi tubuh juga masih lemas. paling juga kalau ga kuat minta izin lagi.

yang paling tidak asiknya adalah banyaknya pantangan makanan untuk sakit ini: kopi, makanan bersantan, makanan yg pedas, daging, makanan yang keras-keras, coklat, snack, coca-cola dkk.

aku diharuskan memakan makanan yang lunak, seperti bubur, minuman hangat, roti tawar. dasar bandelnya aku, sedikit sambal juga tidak apalah -apa rasanya nasi putih tanpa kuah atau lado?

wassalam

kasur

pernah baca kisah “buku telepon” yang pernah saya posting sebelumnya?
kalau pernah, kisah berikut kurang lebih sama.

Adalah seorang teman saya yang mengalaminya.
pagi ini matanya terlihat sembab dan kelihatan masih ngantuk. tapi tampaknya keceriaannya tidak tertutupi oleh sembabnya mata tersebut. iseng saya bertanya. “lu bergadang ya? nonton bola lagi?”

“ah ga lah, di kontrakan gw belum ada tv. lagian malas ke sana lagi, pertandingannya belum terlalu penting.”

“lagian tumben lu telat? ga biasanya … mana rumah juga di belakang sejengkal”

“ya iyalah … setelah 3 minggu di kontrakan baru semalam gw beli kasur. gila!!! tidur gw enak bangettt … yuhuuu …

saya tahu cobaan bertubi-tubi yang baru saja dilaluinya, apalagi seorang lagi teman satu kontrakannya dengan kondisi yang tidak jauh berbeda. tapi keceriaan tidak akan menghambat atau melarang hal begitu.

inikah contoh rasa syukur itu?

memang seharusnya kita nikmati hidup ini dengan penuh rasa syukur, ikhtiar dan tetap berdoa.

wassalam

wajah yang sejuk

sampai saat ini saya masih menidentikan seorang shaleh lebih dekat kepada orang susah. meskipun tidak percaya, tapi memang saya lebih sering melihatnya demikian. kalau terlalu berlebihan, maka saya akan tuliskan seorang saleh identik dengan orang dengan kemampuan hidup sederhana.

dari awal lingkungan sekolah dasar, smp, sma dan kuliah itulah yang saya dapatkan.

memang sih kesalehan itu tak harus terlihat. amalan dan ibadah sungguh lebih baik diam-diam. tapi itu bisa terlihat kan … paling tidak kita bisa menilai, mereka-reka dan logikanya kita bisa mengambil keputusan. walau apapun ketaqwaan seseorang hanyalah ALLah yang tahu.

tapi

“assalamualaikum …”
itulah sapaanya setiap kali saya bertemu dengannya. terlihat jernih dan sejuk sekali wajahnya itu. senyumnya ikhlas dan tampilannya sederhana namun terlihat cukup berkelas.

jujur saja, saya bersimpati pada bapak yang satu ini. semoga beliau juga memiliki banyak amalan baik yang dirahasiakan. semoga sehat selalu dan tetaplah dengan senyuman itu.

wassalam