• 5

    Aug

    it was a red gift

    Bagian 1 Tiga orang raksasa tiba-tiba menghentikan langkahku. Diriku yang semakin panik berusaha mencari celah untuk bisa melepaskan diri dan berlalu. Ternyata tak bisa, tubuh mereka terlalu besar dan kekar untuk kulalui. kenapa kau terburu-buru? Raksasa pertama mengaum dan menggelegarkan panas siang itu, tiupan nafasnya seakan memancing puting beliung menerpa diriku. Tapi itu tidak akan cukup mampu menciutkan nyaliku. handphoneku ketinggalan jawabku tak konsentrasi. sudah biarkan saja, kembalilah ke tempat semula. Raksasa kedua berusaha membujukku, yang satu ini sedikit menenangkan, tapi tetap saja tak akan mengurungkan niatku. tapi aku harus menjemputnya, kekasihku akan menghubungiku lewat hp itu. Aku takut dia malah mengkhawatirkanku. balik! apa pedulimu padanya! Tak ada lagi alasan! ti
  • 2

    Jul

    gerah (elegi satu malam)

    Panjang kupandangi langit malam ini Berharap ada kisah menarik di kelamnya Sedikit bintangpun terlihat keras berusaha berupaya menerangi Kulihat ada hasil, paling tidak memberi sedikit warna, ada kilau malam ini Tapi kurasakan tiada berarti, sama dan tetap saja tiada guna dalam dan bagi diri Bintang-bintang itu tetap tidak memberi pengaruh apa-apa Apakah sama yang kurasa? Apakah ia melihat bintang yang sama? Kurasa tidak Dalam malam yang tengah naik, bahkan anginpun tidak terlalu bergemuruh Tenang seperti hatiku yang kosong Dalam aneka rasa yang telah lalu Dalam ragam warna yang pernah ada Sama sekali kini tiada bekas Entah itu tinggal putih atau mungkin hitam Aku menjelma bagai seorang misterius Tak terlihat dalam ramainya Seperti pekerja jalanan di tengah hari Tiada yang
  • 28

    Mar

    saat pertama kumerindukannya

    Tinggal satu lagi, dan aku berharap sudah mempunyai keputusan. Bingung adalah hal lumrah untuk seorang manusia biasa, dan aku merasakan itu. Selalu saja berkeluh kesah sudah ada jaminan dalam kitab suci, dan lagi aku juga mengalami itu. Dalam mimpi, aku selalu melihat wajah berbayang yang tidak jelas, tapi dia selalu membagi cinta untukku. Aku memohon pada Maha Pencinta untuk memperjelas semua ini, sehingga mudah untukku dalam menentukan pilihan. Gaungnya mulai berdengung lembut Seiring mata yang mulai sayu terkikis hari Malam semakin menjadi melarutkan hati dalam dinginnya Oh, aku rindu Kukabarkan kepada angin Adakah pesan untukku dari seberang? Adakah titipan selayang rasa sayang yang kunanti? Hingga malam ini masih saja belum ada tanda-tanda dan di satu sisi lainnya seperti mendesak m

Author

Follow Me

Search

Recent Post