
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>goresan kecil tentang waktu pagi</title>
	<link>http://dhuhary.blogdetik.com</link>
	<description>selalu ingin belajar dari masa lalu, sekarang dan untuk nanti</description>
	<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 16:04:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>kesejukan siang hari di jalanan ibukota</title>
		<link>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/07/11/kesejukan-siang-hari-di-jalanan-ibukota/</link>
		<comments>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/07/11/kesejukan-siang-hari-di-jalanan-ibukota/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 15:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[my diary]]></category>

		<category><![CDATA[diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhuhary.blogdetik.com/2008/07/11/kesejukan-siang-hari-di-jalanan-ibukota/</guid>
		<description><![CDATA[sebagai salah seorang dari jutaan umat yang berkendaraan sepeda motor di kota jakarta, saya memang tergolong baru. secara regular baru satu tahun ini, umumnya sih sudah 3 tahun. tapi tetap saja itu masih baru, dan belum cukup waktu untuk mengenal kota ini secara detail.
Namun pengalaman di jalanan sangatlah kompleks kudapatkan. pelajaran buruklah yang kurasakan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai salah seorang dari jutaan umat yang berkendaraan sepeda motor di kota jakarta, saya memang tergolong baru. secara regular baru satu tahun ini, umumnya sih sudah 3 tahun. tapi tetap saja itu masih baru, dan belum cukup waktu untuk mengenal kota ini secara detail.</p>
<p>Namun pengalaman di jalanan sangatlah kompleks kudapatkan. pelajaran buruklah yang kurasakan dan menjadi kebiasaan sampai sekarang. perlahan gaya berkendara sayapun mulai ugal-ugalan. apa yang saya alami bagai buah simalakama, kalau lamban kita habis, cepat malah terbawa arus. heran juga dengan diriku yang begitu sulit untuk sedikit bersabar, begitu berani menantang maut, begitu tega, begitu kuat, dan kadang-kadang begitu licik.</p>
<p>terik matahari begtu menyengat membuat sumbu emosi menjadi sangat pendek.  debu jalanan menambah kegelisahan untuk bisa cepat tiba di tempat tujuan.</p>
<p>berbagai omelan telah kuterima, dari sesama pengendara motor, mobil, pejalan kaki.<br />
meskipun itu belum tentu aku yang salah. kusadari apa yang diucapkan orang-orang itu bisa saja menjadi doa bagi mereka dan bisa berakibat fatal bagiku.</p>
<p>kumpulan caci-maki itu akan menjadi akumulasi doa yang  suatu waktu nanti bisa menjadi malapetaka. Kepada ALLAH hamba berdoa untuk diberikan keselamatan dalam setiap perjalanan yang hamba lalui, dan kelompokkanlah hamba kepada golongan orang yang sabar.</p>
<p>siang ini, saya mendapatkan sebuah senyuman yang begitu menyejukkan di tengah teriknya matahari jalanan ibukota. dari seorang ibu pejalan kaki, yang sepertinya merasa cukup lama menunggu untuk menyebrang jalan. kuakui meskipun kecil tapi ini adalah presatasiku hari ini, dan lega sekali rasanya. InsyaALLAH di senyuman itu ada doa baik untukku, akan aku kumpulkan lagi senyuman2 selanjutnya untuk menangkal cacian2 sebelumnya, amin</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/07/11/kesejukan-siang-hari-di-jalanan-ibukota/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>minggu yang nyaris sempurna</title>
		<link>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/29/minggu-yang-nyaris-sempurna/</link>
		<comments>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/29/minggu-yang-nyaris-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 14:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[my diary]]></category>

		<category><![CDATA[diary]]></category>

		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/29/minggu-yang-nyaris-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[seminggu yang nyaris sempurna itu telah dikuburkan oleh dosa serius
aku menyesal dan bertobat untuk itu
padahal seminggu itu nyaris menjadi sempurna
saat ada arti dalam hidup yang pernah tertelan dalam-dalam
kabar baik datang dari ranah
ingin ada di sana untuk berbagi
tapi di siniku masih dalam usaha memperbaiki
kumpulan kepingan yang sepertinya mulai retak lagi
jalinan persaudaraan yang aneh
dimana laki-laki yang aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seminggu yang nyaris sempurna itu telah dikuburkan oleh dosa serius<br />
aku menyesal dan bertobat untuk itu</p>
<p>padahal seminggu itu nyaris menjadi sempurna<br />
saat ada arti dalam hidup yang pernah tertelan dalam-dalam</p>
<p>kabar baik datang dari ranah<br />
ingin ada di sana untuk berbagi<br />
tapi di siniku masih dalam usaha memperbaiki</p>
<p>kumpulan kepingan yang sepertinya mulai retak lagi<br />
jalinan persaudaraan yang aneh<br />
dimana laki-laki yang aku kenal dulu?<br />
hey!<br />
aku bertanya &#8230;</p>
<p>seorang sahabatpun kini akan berjarak<br />
katanya jenuh dengan suasana<br />
sebenarnya aku merasakan sama<br />
cuma saat ini belum ada daya</p>
<p>tetap Tuhan lah jawaban semua itu<br />
aku bersyukur atas pelajaran apapun</p>
<p>ALhamduLLiLLahirrabbal&#8217;aalamiin</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/29/minggu-yang-nyaris-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kisah semu</title>
		<link>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/17/kisah-semu/</link>
		<comments>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/17/kisah-semu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 06:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<category><![CDATA[my diary]]></category>

		<category><![CDATA[diary]]></category>

		<category><![CDATA[goresan kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/17/kisah-semu/</guid>
		<description><![CDATA[mengapa begitu banyak orang yang terlena hanya untuk sesaat kepentingan
panasnya hati tidak begitu berpengaruh, hanya terik matahari yang begitu menyengat
hari ini-
seperti biasa tetaplah kuat kurakasakan sengatan hari
hari sepi yang teratapi olehnya
dan jutaan lainnya di kota ini
sebagian elit sibuk dengan identitasnya
sebagian lagi bahkan hanya sekedar menikmati
masih hari ini-
kurasakan juga keangkuhan itu
menelanjangi khususnya aku
malu dan berusaha kusembunyi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa begitu banyak orang yang terlena hanya untuk sesaat kepentingan<br />
panasnya hati tidak begitu berpengaruh, hanya terik matahari yang begitu menyengat</p>
<p>hari ini-<br />
seperti biasa tetaplah kuat kurakasakan sengatan hari<br />
hari sepi yang teratapi olehnya<br />
dan jutaan lainnya di kota ini<br />
sebagian elit sibuk dengan identitasnya<br />
sebagian lagi bahkan hanya sekedar menikmati</p>
<p>masih hari ini-<br />
kurasakan juga keangkuhan itu<br />
menelanjangi khususnya aku<br />
malu dan berusaha kusembunyi dalam terangnya hari</p>
<p>dalam rutinitas semu ini-<br />
menghantui segala ruang yang kulalui<br />
sedikit bergerak menjadi nyata<br />
dan kutahu apa itu dan kenapa<br />
dan di tengah terik itu aku tertutupi<br />
oleh cinta sesungguhnya aku</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhuhary.blogdetik.com/2008/06/17/kisah-semu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.103 seconds -->
