kesejukan siang hari di jalanan ibukota
sebagai salah seorang dari jutaan umat yang berkendaraan sepeda motor di kota jakarta, saya memang tergolong baru. secara regular baru satu tahun ini, umumnya sih sudah 3 tahun. tapi tetap saja itu masih baru, dan belum cukup waktu untuk mengenal kota ini secara detail.
Namun pengalaman di jalanan sangatlah kompleks kudapatkan. pelajaran buruklah yang kurasakan dan menjadi kebiasaan sampai sekarang. perlahan gaya berkendara sayapun mulai ugal-ugalan. apa yang saya alami bagai buah simalakama, kalau lamban kita habis, cepat malah terbawa arus. heran juga dengan diriku yang begitu sulit untuk sedikit bersabar, begitu berani menantang maut, begitu tega, begitu kuat, dan kadang-kadang begitu licik.
terik matahari begtu menyengat membuat sumbu emosi menjadi sangat pendek. debu jalanan menambah kegelisahan untuk bisa cepat tiba di tempat tujuan.
berbagai omelan telah kuterima, dari sesama pengendara motor, mobil, pejalan kaki.
meskipun itu belum tentu aku yang salah. kusadari apa yang diucapkan orang-orang itu bisa saja menjadi doa bagi mereka dan bisa berakibat fatal bagiku.
kumpulan caci-maki itu akan menjadi akumulasi doa yang suatu waktu nanti bisa menjadi malapetaka. Kepada ALLAH hamba berdoa untuk diberikan keselamatan dalam setiap perjalanan yang hamba lalui, dan kelompokkanlah hamba kepada golongan orang yang sabar.
siang ini, saya mendapatkan sebuah senyuman yang begitu menyejukkan di tengah teriknya matahari jalanan ibukota. dari seorang ibu pejalan kaki, yang sepertinya merasa cukup lama menunggu untuk menyebrang jalan. kuakui meskipun kecil tapi ini adalah presatasiku hari ini, dan lega sekali rasanya. InsyaALLAH di senyuman itu ada doa baik untukku, akan aku kumpulkan lagi senyuman2 selanjutnya untuk menangkal cacian2 sebelumnya, amin
wassalam


