kasur
pernah baca kisah “buku telepon” yang pernah saya posting sebelumnya?
kalau pernah, kisah berikut kurang lebih sama.
Adalah seorang teman saya yang mengalaminya.
pagi ini matanya terlihat sembab dan kelihatan masih ngantuk. tapi tampaknya keceriaannya tidak tertutupi oleh sembabnya mata tersebut. iseng saya bertanya. “lu bergadang ya? nonton bola lagi?”
“ah ga lah, di kontrakan gw belum ada tv. lagian malas ke sana lagi, pertandingannya belum terlalu penting.”
“lagian tumben lu telat? ga biasanya … mana rumah juga di belakang sejengkal”
“ya iyalah … setelah 3 minggu di kontrakan baru semalam gw beli kasur. gila!!! tidur gw enak bangettt … yuhuuu …
saya tahu cobaan bertubi-tubi yang baru saja dilaluinya, apalagi seorang lagi teman satu kontrakannya dengan kondisi yang tidak jauh berbeda. tapi keceriaan tidak akan menghambat atau melarang hal begitu.
inikah contoh rasa syukur itu?
memang seharusnya kita nikmati hidup ini dengan penuh rasa syukur, ikhtiar dan tetap berdoa.
wassalam


