gerah (elegi satu malam)

2 Jul 2011

Panjang kupandangi langit malam ini

Berharap ada kisah menarik di kelamnya

Sedikit bintangpun terlihat keras berusaha berupaya menerangi

Kulihat ada hasil, paling tidak memberi sedikit warna, ada kilau malam ini

Tapi kurasakan tiada berarti, sama dan tetap saja tiada guna dalam dan bagi diri

Bintang-bintang itu tetap tidak memberi pengaruh apa-apa

Apakah sama yang kurasa?

Apakah ia melihat bintang yang sama?

Kurasa tidak

Dalam malam yang tengah naik, bahkan anginpun tidak terlalu bergemuruh

Tenang seperti hatiku yang kosong

Dalam aneka rasa yang telah lalu

Dalam ragam warna yang pernah ada

Sama sekali kini tiada bekas

Entah itu tinggal putih atau mungkin hitam

Aku menjelma bagai seorang misterius

Tak terlihat dalam ramainya

Seperti pekerja jalanan di tengah hari

Tiada yang peduli tapi tetap berlaku

Kucoba menari dalam malam

Kubuat kebisingan sendiri yang tiada saingan

Tetap tidak bisa kugoreskan sedikit tinta

Semuanya mental membaur dalam malam yang pekat

Aku terpaku

Kembali kutatap langit yang bertitik-titik putih dalam kanvas hitam

Luas dan bersaksi dalam setiap sejarah

Terpikir tanah seberang saat cerita ini berawal

Dalam linangan haru, saat mata kaki masih minim langkah

Saat pagi terik memaksaku mengagumi gagahnya matahari

Iya, aku teringat dan tak pernah akan mundur

Sejarah mungkin berulang tapi tidak akan pernah sama

Aku tidak akan datang walau mungkin kembali

Tapi itu bukan untuk datang memberikan kemenangan dengan mudahnya

Aku melayang menemani angan yang tiada beban

Ringan mengikuti laju angin

Walau pada perjalanannya aku ditinggal

Jauh sampai hilang tanpa jejak

Saat itulah aku mulai hilang arah

Terombang ambing mengikuti arus hidup

Anganku terlalu jauh, tapi tidak mampuku

Sama seperti pungguk merindu bulan

Aku terbaring mencoba menangkap arti suara-suara dari angin, bintang dan malam itu sendiri

Pandanganku tak terhalang

Tidak, takkan pernah sampai

Kuacungkan jari mengukur langit

Dan benar aku kalah telak

Tapi tidak dengan bintang-bintang itu

Mereka kecil di tanganku

Tapi aku surut dan menyadari pikiranku semu

Anganku masih saja jauh ternyata

Ah, biarlah

Toh aku masih bisa dan boleh bermimpi

Kupikir kenapa tak kupejamkan saja mataku, ini kan malam

Saat semua mimpi dimulai

Dalam tidur, ia mekar serasa nyata

Dalam sadar ia hilang dan pahit

Walau kenyataannya biasa saja kurasa

Kembali kurasa kosong, hambar

Tak ada yang perlu diaduk

Tiada perlu juga dia datang

Cukuplah aku untuk saat ini

Biar alurnya mengalir kemana suka

Mencari angan, mengejar dan mengikuti

Dalam tingginya ia terbang

Sombong berlalu

Bukit duri selatan 020511


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post