saat pertama kumerindukannya

28 Mar 2011

Tinggal satu lagi, dan aku berharap sudah mempunyai keputusan. Bingung adalah hal lumrah untuk seorang manusia biasa, dan aku merasakan itu. Selalu saja berkeluh kesah sudah ada jaminan dalam kitab suci, dan lagi aku juga mengalami itu. Dalam mimpi, aku selalu melihat wajah berbayang yang tidak jelas, tapi dia selalu membagi cinta untukku. Aku memohon pada Maha Pencinta untuk memperjelas semua ini, sehingga mudah untukku dalam menentukan pilihan.

Gaungnya mulai berdengung lembut
Seiring mata yang mulai sayu terkikis hari
Malam semakin menjadi melarutkan hati dalam dinginnya
Oh, aku rindu
Kukabarkan kepada angin
Adakah pesan untukku dari seberang?
Adakah titipan selayang rasa sayang yang kunanti?

Hingga malam ini masih saja belum ada tanda-tanda dan di satu sisi lainnya seperti mendesak membuat aku semakin kacau dalam banyak bayang yang terus menari. Pertanyaannya adalah apakah akan ada diantara seribu bayangan wajah itu? aku butuh waktu lebih karena ini bukanlah sebuah keputusan mudah. Bagiku ini sebuah keputusan sekali sumur hidup dan aku berharap memanglah demikian. Menjalaninya dengan segala konsekuensi.

Bintang terjauhpun masih sangat jelas kulihat
Dengan kedipannya mencerahkan langit malam
Samar kudengar kereta terakhir melintas membelah kota yang masih saja bising di jalanannya
Satu tempat masih saja kosong, hampa tiada tara
Satu ruang memohon canda terindah
Dan aku hanya merindu
Masih saja mendamba mendekapnya
Kubisikkan dalam berisik gemericik dedaunan
Adakah pesan terlupa dari seberang?

Dalam kebimbangan kucoba berjalan mengendarai roda dua untuk sebuah pencarian angin, membuka mata, melapangkan pikiran yang semakin sempit dan berkurang terendap dalam pahitnya kenangan. Kutemukan ada banyak makna dalam dunia fana di tengah kota ini. Ada beraneka kilau cahaya buatan yang semakin membingungkan. Aku mengira itu hanyalah sesaat dan tidak mungkin bagiku berharap dari yang sesaat.

Tidak juga kutemukan dalam kelam itu
Kubawa rindu dalam mimpi dengan segenap hati yang tersisa dari kesibukan hari
Ternyata turut serta malam lengkap dengan dinginnya, kelamnya, kehampaannya
Dan kutemukan sepi dalam mimpiku
Bahkan tidak setangkai bunga dari seberang
Tidak juga tetesan embun dari hijaunya daun saat pagi datang
Sama sekali tidak kutemukan terangnya

Aku mulai merasa tidak perlulah perjalanan itu, dan aku kembali dalam balutan hangat selimut di kamar kosan. Memang dingin sekali malam ini seperti membalas garangnya sinar matahari seharian tadi. Seperti mengutuk, mengawali saat akan datangnya hujan di saat pagi mulai menjelang. Dan aku masih saja susah memejamkan mata hingga aku berpikir untuk tidak usah saja tidur malam ini, lebih tepatnya pagi ini. Akan sangat sulit bangun kalau seandainya mata ini terlelap saat orang-orang di pasar telah begitu semangat memulai hari jauh sebelum masyarakat perkotaan umumnya mengawalinya. Ah, kenapa tidak aku lalukan yang semestinya kulakukan?

Dalam rinduku itu aku bangkit
Bersiap mempertahankan rasa terbaik
Pada pagi yang kembali kujelang
Dan memang benar, aku rindu
Mungkin juga telah jatuh berkubang dalam lumpurnya

Pagi ini aku melanjutkan aktifitas seperti biasa sambil menunggu waktu yang akan membawaku pada rindu dengan canda terindah yang akan mengenalkanku padanya.

Gn. Putri & Depok April 2010


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post