geladak hidup

22 Mar 2010

Seperti merajut kain tak kunjung selesai
Jari tangannya terluka tak mengerti kenapa, mungkin fokusnya yang terberai
Mengkhayal mendamba bagai seorang pelari berlomba
Sebuah keinginan untuk garis finish

Tidak, tidaklah susah
Tapi hati juga terlanjur terluka
Berdarah tak tertambal hingga menetes
Mengotori memerahkan jiwa
Sakitnya menjalar ke seluruh tulang tubuh
Yang tiba-tiba beku terpaku meratapi

Oh, sampaikah ia berlari?
Rasa malu untuk kembali terus memaksa
Saat sadarnya ia berhenti, tapi tidak berbalik
Mengatur nadi yang berantakan berdetak
Perlahan dan hening kebingungan ia di sana
Mendapati ternyata sendiri berlaku
Semua sekelilingnya menjadi buram
Bahkan tidak ada garis start dan finish lagi
Tersesat dalam ruang yang semakin gelap
Teriakannya sama sekali tak terdengar bahkan walau gaungnya saja
Tertunduk menekur

Hingga tiba-tiba kembali semua ramai
Teriak, berisik, mencaci-maki, sumpah-serapah
Bingung menjadi tanpa daya yang cukup
Dalam guyur hujan hujatan dia masih saja mematung
Tanpa perisai

  • Gn. Putri & Pulomas, Maret 2010

  • TAGS


    -

    Author

    Follow Me

    Search

    Recent Post