tukang roti dan petani
dari http://ksuheimi.blogspot.com/
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya mendengar Radio Classy dengan judul tukang roti dan petani.
Suatu hari , seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. namun melihat ukuran mentega yang ia beli , Ia jadi curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.
Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,
“Pak tani … apakah kau tidak mempunyai timbangan? , sehingga engkau tidak menimbang mentega yang kau jual kepada tukang roti ini?”
“Tidak, tuan hakim, saya tidak memiliki timbangan” jawab petani.
“Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?” tanya hakim.
Petani itu menjawab,
“Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, saya gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu.”
Classy people , (ann : sambil ketawa geli), cerita tadi mungkin cukup membuat kita geli . tapi itu adalah hal yang sering kita alami sehari-hari , bahwa kekesalan kita pada orang lain , sering berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain.
Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur’an;
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)



Mei 15th, 2008 at 20:45
hmm.. kurang nangkep nih pesannya apa.. heheh..
Mei 16th, 2008 at 14:02
masa ga nangkep sih bos-
coba baca lagi deh, mudah2an kali ini bisa
;dh/
Juni 1st, 2008 at 10:10
Kejujuran & Nurani adalah nilai yang perlahan mulai luntur ditinggalkan oleh banyak orang. Orang2 berlomba untuk mencari keuntungan, meski tak lagi jelas yg hak & bathil… barangkali itu yg tersirat dari pesan di atas
Juni 3rd, 2008 at 12:32
#3 => kurang lebih begitulah –
;dh/