intinya sih cuma “takana jo kampuang”
“kamu orang padang ya?”
“iya pak”
“padangnya dimana?”
(kalau dijawab aia tawa memang bpk tahu?)
“hmmm …”
“ada kenalan di padang pak?”
“teman saya ada juga orang padang, dia dari bukittinggi”
“ooo … saya di padang kota pak”
kenapa orang (di rantau) selalu merepresentasikan kalau semua orang minang, sumatera barat disatukan jadi orang padang ya?
kalau gw sih ok aja, secara memang orang padang (kota). tapi kan saudara2 yang dari pariaman, bukittinggi, solok, dll ga semua bisa menerima ini.
kecuali yang memang sudah terbiasa (lama tinggal di rantau), paling ga sudah mengertilah …
bahwa padang yang dimaksud adalah sumatera barat. kebanyakan juga mereka lebih suka disebut orang minang.
Sementara minang merupakan suku bangsa pribumi dan mayoritas di sumatera barat. just fyi, 100% orang minang adalah muslim, kenapa begitu? karena meskipun seseorang dari keturunan minangkabau dan beragama non-muslim, secara otomatis dia keluar (tidak dianggap) sebagai orang minang lagi. adat minang adalah “adat basandi sarak (agama), sarak baandi kitabullah (alquran)”
orang sumbar belum tentu orang minang. karena di sumbar juga banyak orang jawa, sunda, batak, china, mentawai, dll. begitu juga sebaliknya, orang minang belum tentu juga orang sumbar. karena banyak perantau minang yang telah menetap dan menjadi warga di daerah lain di seluruh indonesia bahkan di luar negeri.
tapi yang membuat bangga adalah betapa bangganya setiap orang minang itu menjawab pertanyaan: “kamu asli mana?” atau “kampung kamu dimana?”
berbagai persatuan, perkumpulan dibentuk untuk mempererat silaturrahim. semua tentu demi kemajuan kampung halaman.
tapi betapa terkejutnya kita saat berita di televisi menyiarkan pertikaian warga antar nagari di ranah tercinta itu. masalahnya perebutan tanah kaum. memang dari dulu sampai sekarang sumatera barat adalah provinsi dengan tingkat sengketa tanah tertinggi di indonesia. adanya sistem hukum adat akan harta pusaka tinggi dan rendah, termasuk didalamnya masalah tanah kaum sepertinya bisa menjadi alasan yg kuat untuk terjadinya suatu sengketa. bahkan dengan saudara atau keluarga sendiri, apalagi dengan kaum dari nagari berbeda.
Ya 4JJI, semoga apa yang terjadi di Solok bisa terselesaikan dengan damai. berikanlah kesabaran dan kebesaran hati kepada kami, amin
wassalam



Mei 7th, 2008 at 16:05
Diliat dari gambar header-nya ini pasti alumni IKIP Padang ya..?
apalagi asalnya dari AIR TAWAR, saya juga dulu pernah tinggal disana (di jalan gajah), waktu itu saya masih kerja di hotel “Pangeran” sekitar taun 1985/1986.
Saya juga banyak kenal sama dosen dan mahasiswa IKIP Padang khususnya FPBS, wah suenengĂ© ketemu orang Padang he he he … gimana kota Padang kabarĂ©? apik tenan yo..!
Mei 8th, 2008 at 14:05
padang apik-apik wae mas, hehe …
sekarang namanya sudah unp, fakultasnya FBSS. salam kenal juga
;dh/
Mei 9th, 2008 at 15:34
Kenal sama Andre C Tamsir gak..?
kalo kenal tolong dong Hp nya..?
mokasih..