selalu ingin belajar dari masa lalu, sekarang dan untuk nanti

Archive for Mei, 2008


wajah yang sejuk

sampai saat ini saya masih menidentikan seorang shaleh lebih dekat kepada orang susah. meskipun tidak percaya, tapi memang saya lebih sering melihatnya demikian. kalau terlalu berlebihan, maka saya akan tuliskan seorang saleh identik dengan orang dengan kemampuan hidup sederhana.

dari awal lingkungan sekolah dasar, smp, sma dan kuliah itulah yang saya dapatkan.

memang sih kesalehan itu tak harus terlihat. amalan dan ibadah sungguh lebih baik diam-diam. tapi itu bisa terlihat kan … paling tidak kita bisa menilai, mereka-reka dan logikanya kita bisa mengambil keputusan. walau apapun ketaqwaan seseorang hanyalah ALLah yang tahu.

tapi

“assalamualaikum …”
itulah sapaanya setiap kali saya bertemu dengannya. terlihat jernih dan sejuk sekali wajahnya itu. senyumnya ikhlas dan tampilannya sederhana namun terlihat cukup berkelas.

jujur saja, saya bersimpati pada bapak yang satu ini. semoga beliau juga memiliki banyak amalan baik yang dirahasiakan. semoga sehat selalu dan tetaplah dengan senyuman itu.

wassalam

“alone”, poem by edgar allen poe

meskipun tidak terlalu paham apa yang dimaksudkan oleh poe di puisi ini, tapi ga tahu kenapa sepertinya nyatu banget and i love it.

Alone

From childhood’s hour I have not been
As others were — I have not seen
As others saw — I could not bring
My passions from a common spring —
From the same source I have not taken
My sorrow — I could not awaken
My heart to joy at the same tone —
And all I lov’d — I lov’d alone —
Then — in my childhood — in the dawn
Of a most stormy life — was drawn
From ev’ry depth of good and ill
The mystery which binds me still —
From the torrent, or the fountain —
From the red cliff of the mountain —
From the sun that ’round me roll’d
In its autumn tint of gold —
From the lightning in the sky
As it pass’d me flying by —
From the thunder, and the storm —
And the cloud that took the form
(When the rest of Heaven was blue)
Of a demon in my view —

. . .

Edgar Allan Poe, born January 19 in Boston 1809, son of Actress Eliza Poe and Actor David Poe Jr. He was mostly known for his poems and short tales and his literary criticism. He has been given credit for inventing the detective story and his pshycological thrillers have been infuences for many writers worldwide. Edgar Poe has cast a long shadow: he has probably had a greater influence than any other American writer. Although Poe’s tales and poems range from masterful to ludicrous, Poe exerted his most significant influence as a man who understood the temper of his times, and foreshadowed so much of the future of literature. His wide-ranging tales and his broad criticism sought a method for American literature where none had prevailed.

(http://www.doctorhugo.org/synaesthesia/poe.html)

tukang roti dan petani

dari http://ksuheimi.blogspot.com/
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya mendengar Radio Classy dengan judul tukang roti dan petani.

Suatu hari , seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. namun melihat ukuran mentega yang ia beli , Ia jadi curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,
“Pak tani … apakah kau tidak mempunyai timbangan? , sehingga engkau tidak menimbang mentega yang kau jual kepada tukang roti ini?”

“Tidak, tuan hakim, saya tidak memiliki timbangan” jawab petani.

“Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?” tanya hakim.

Petani itu menjawab,
“Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, saya gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu.”

Classy people , (ann : sambil ketawa geli), cerita tadi mungkin cukup membuat kita geli . tapi itu adalah hal yang sering kita alami sehari-hari , bahwa kekesalan kita pada orang lain , sering berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain.

Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur’an;
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)


FireStats icon Powered by FireStats