tulisan bagus saya dapat dari milis rantaunet yang dikirim oleh Prof. K suheimi-
Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah / terlihat suatu percakapan yang
Menarik // Seorang guru / dengan buku di tangan / tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas//
“Anak-anak / kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di
sini // Setelah 3 tahun / pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia?
Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?”
Seorang murid langsung berdiri dan berkata /
Pak Guru … Seminggu yang lalu adalah masa yang sangat besar buatku// Orangtuaku / baru saja membelikan sebuah motor / persis seperti yang aku impikan selama ini”//
Sang guru tersenyum / Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya//
Maka /terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir // Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil// Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri//
Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka
Dapatkan// Hampir semua telah bicara / hingga terdengar suara dari arah
Belakang// “Pak Guru..Pak, aku belum bercerita”//
Rupanya / ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil// Matanya
Berbinar / mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang
kisah besar yang mereka punya//
“Maaf / silahkan ceritakan hal terbesar apa yang telah kamu dapatkan “/ ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu//
“Keberhasilan terbesar buatku / dan juga buat keluargaku adalah..saat nama
keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang
lalu”//
Mendengar hal itu / sesaat ruangan senyap// tapi sedetik kemudian / terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu // Ada yang tersenyum simpul / terkikik-kikik/ bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu//
“Ya… Memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah aku dapatkan// Dulu / Ayahku bukanlah orang baik-baik// Karenanya / kami sering berpindah-pindah rumah// Kami tak pernah menetap/ karena selalu merasa di kejar polisi”//
“Tapi, kini Ayah telah berubah / Dia telah menjadi Ayah yang baik buat keluargaku// Sayang / semua itu butuh waktu dan usaha// Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja” //
“Hingga setahun lalu / ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Ayahku// Dan kini/ Ayah berhasil / bukan hanya itu / Ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami// Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi”// Tahukah kalian / apa artinya kalau nama keluargamu ada di buku telpon? / Itu artinya/ aku tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan ayah untuk terus berlari// Itu artinya/ aku tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku sayangi// Itu juga berarti / aku tak harus tidur setiap malam di dalam mobil yang dingin// Dan itu artinya / aku / dan juga keluargaku/ adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya”//
Matanya kembali menerawang/ Ada bulir bening yang mengalir// “Itu artinya,
akan ada harapan-harapan baru yang aku dapatkan nanti…”//
Suasana kelas terdiam / Pak Guru tersenyum haru// Murid-murid tertunduk//
Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan/ Mereka juga
baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar/ dan kebahagiaan// Mereka juga belajar satu hal / “Bersyukurlah dan berbesar hatilah setiap
kali mendengar keberhasilan orang lain// Sekecil apapun/ Sebesar apapun////
tulisan ini juga bisa dilihat di http://ksuheimi.blogspot.com/
wassalam