selalu ingin belajar dari masa lalu, sekarang dan untuk nanti

Archive for April, 2008


salero kampuang

terus terang, sudah lama banget rasanya tidak makan samba lado. kebanyakan warung padang juga tidak (lagi) menyediakan ini. ada sih, tapi hanya “syarat” aja buat gorengan lauk, seperti ikan, dendeng, dan sebagainya. tapi koq lado hijau malah yang banyak?

ada apakah ini? apakah harga cabe merah sudah melambung tinggi? ataukah hanya menyesuaikan dengan selera masyarakat di tanah jawa? tak tahulah …

sebelumnya, hampir dua tahun gw mencari dendeng balado (nan lambok). selama menetap dan kerja (kos2an, kontrakan, tumpangan, kantor), belum ada satupun rumah makan (padang) terdekat yang menyediakan masakan ini. but now it’s solved.

kembali ke samba lado. hari minggu lalu, gw makan enak di rumah seorang teman. hanya goreng ikan dengan samba lado, tapi ueenak tenan … (kecek urang jawa). sederhana sekali memang, tapi teman istri saya yang satu ini sepertinya cukup royal demi samba lado, hihihiii

teringat lagi kisah yang lama. masih usia sekolah dasar, seperti biasa masalah utama anak-anak adalah susah makan. masalah itu pulalah yang gw alami. meskipun susah payah dibujuk, tetap saja ngotot ga mau makan.

and then … lewat tengah malam, tiba-tiba gw terjaga -lapar dan merengek. ma … makan …
nyokap terbangun, sedikit ngomel tapi tetap aja mau mengambilkan sepiring makanan. tapi lauknya sudah tidak ada (empat orang kakak yg tidak bisa melihat makanan nganggur), hanya samba lado yang menggelimangi nasi putih.
menakjubkan, nasi balado itupun gw habiskan dengan sangat nikmat (ya iyalah, lagi lapar …)

wassalam

one step to moskva

masih besok, tapi tetap aja sudah mulai gregetan. chelsea yang pada awalnya sedikit diragukan malah sekarang membalikkan keadaan dan menjadi favorit. mudah-mudahan tidak mempengaruhi mental teman-teman anfield gank.

kalaupun tidak lolos, bagi gw ini lebih mudah diterima dengan hasil seri yang menyedihkan di leg pertama minggu lalu. asal jangan dengan hal yg memlaukan lagi. aniwei, liverpool tetaplah cinta mati.

wassalam

buku telepon

tulisan bagus saya dapat dari milis rantaunet yang dikirim oleh Prof. K suheimi-

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah / terlihat suatu percakapan yang
Menarik // Seorang guru / dengan buku di tangan / tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas//

“Anak-anak / kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di
sini // Setelah 3 tahun / pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia?
Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?”

Seorang murid langsung berdiri dan berkata /
Pak Guru … Seminggu yang lalu adalah masa yang sangat besar buatku// Orangtuaku / baru saja membelikan sebuah motor / persis seperti yang aku impikan selama ini”//

Sang guru tersenyum / Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya//

Maka /terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir // Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil// Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri//

Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka
Dapatkan// Hampir semua telah bicara / hingga terdengar suara dari arah
Belakang// “Pak Guru..Pak, aku belum bercerita”//

Rupanya / ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil// Matanya
Berbinar / mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang
kisah besar yang mereka punya//

“Maaf / silahkan ceritakan hal terbesar apa yang telah kamu dapatkan “/ ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu//

“Keberhasilan terbesar buatku / dan juga buat keluargaku adalah..saat nama
keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang
lalu”//

Mendengar hal itu / sesaat ruangan senyap// tapi sedetik kemudian / terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu // Ada yang tersenyum simpul / terkikik-kikik/ bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu//

“Ya… Memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah aku dapatkan// Dulu / Ayahku bukanlah orang baik-baik// Karenanya / kami sering berpindah-pindah rumah// Kami tak pernah menetap/ karena selalu merasa di kejar polisi”//

“Tapi, kini Ayah telah berubah / Dia telah menjadi Ayah yang baik buat keluargaku// Sayang / semua itu butuh waktu dan usaha// Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja” //

“Hingga setahun lalu / ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Ayahku// Dan kini/ Ayah berhasil / bukan hanya itu / Ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami// Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi”// Tahukah kalian / apa artinya kalau nama keluargamu ada di buku telpon? / Itu artinya/ aku tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan ayah untuk terus berlari// Itu artinya/ aku tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku sayangi// Itu juga berarti / aku tak harus tidur setiap malam di dalam mobil yang dingin// Dan itu artinya / aku / dan juga keluargaku/ adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya”//

Matanya kembali menerawang/ Ada bulir bening yang mengalir// “Itu artinya,
akan ada harapan-harapan baru yang aku dapatkan nanti…”//

Suasana kelas terdiam / Pak Guru tersenyum haru// Murid-murid tertunduk//
Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan/ Mereka juga
baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar/ dan kebahagiaan// Mereka juga belajar satu hal / “Bersyukurlah dan berbesar hatilah setiap
kali mendengar keberhasilan orang lain// Sekecil apapun/ Sebesar apapun////

tulisan ini juga bisa dilihat di http://ksuheimi.blogspot.com/

wassalam


FireStats icon Powered by FireStats